Kebijakan Moniter Sering "Ngagetin",Trader Forex Rugi Besar

Banyaknya ketidakpastian yang terjalin belum lama ini membuat Oktober jadi bulan yang sangat kurang baik untuk perdagangan valuta asing( valas) ataupun foreign exchange( forex). Perihal tersebut diungkapkan oleh Hedge Fund Research( HFR), institusi penyedia informasi industri hedge fund.

Indeks mata duit HFR di bulan Oktober jeblok sampai 4. 37% serta terletak du tingkat terendah dalam 4 separuh tahun terakhir. Penyusutan bulanan tersebut pula jadi yang terbanyak semenjak indeks mata duit HFR dibangun pada tahun 2008, sebagaimana dikutip Reuters.

Indeks mata duit HFR menampilkan kinerja para pengelola investasi mata duit secara bulanan.

Tidak hanya itu, dari dekat 40 indeks yang dipunyai HFR dengan beragam peninggalan, cuma indeks mata duit yang mencatat pelemahan selama tahun ini. Maksudnya, para trader forex merugi di tahun ini, serta bulan Oktober jadi yang terburuk.

Keadaan perekonomian global yang tidak biasa pasca dihantam pandemi penyakit akibat virus corona( Covid- 19). Sebagian negeri sanggup bangkit dengan kilat, negeri yang lain masih berupaya pulih namun hadapi inflasi besar.

Perekonomian Cina berbeda lagi, lebih dahulu melesat besar saat ini berputar melambat, apalagi terancam hadapi stagflasi.

Kebijakan moneter yang diambil bank sentral pula sering kali membagikan kejutan, apalagi keyakinan pasar terhadap bank sentral pula diucap menyusut.

" Keyakinan pasar terhadap panduan kebijakan moneter bank sentral dikala ini lagi menyusut," kata regu strategi forex di JP Morgan, sebagaimana dikutip Reuters.

Tingginya inflasi membuat bank sentral Brasil serta Rusia kasar menaikkan suku bunga. Sedangkan bank sentral Turki malah merendahkan suku bunga dikala inflasi lagi besar.

Pada minggu kemudian pasar memprediksi bank sentral Inggris( Bank of England/ BoE) hendak menaikkan suku bunga pada minggu kemudian malah malah mempertahankan.

Begitu pula dengan bank sentral Australia( Reserve Bank of Australia/ RBA) yang mengesampingkan mungkin peningkatan suku bunga di tahun 2023, padadal inflasi telah menggapai sasaran.

Bank sentral AS( The Fed) yang melaksanakan tapering ataupun pengurangan nilai program pembelian peninggalan( quantitative easing/ QE) pada minggu kemudian pula membagikan kebimbangan di pasar. The Fed melaporkan masih hendak bersabar dalam menaikkan suku bunga, serta mengindikasikan baru hendak menaikkan suku bunga di 2023.

Tetapi, tingginya inflasi membuat pelakon pasar memandang kesempatan The Fed hendak menaikkan suku bunga di tahun depan.

Bersumber pada fitur FedWatch miliki CME Group, pasar saat ini memandang terdapat probabilitas sebesar 43, 2% The Fed hendak menaikkan suku bunga 25 basis poin jadi 0, 25%- 0, 5% pada bulan Juli tahun depan.

Tidak hanya itu di akhir 2022, pasar memandang terdapat probabilitas sebesar 31, 4% suku bunga terletak di 0, 75%- 1%.

Maksudnya, pasca luncurkan informasi inflasi tersebut, pasar memandang The Fed berpeluang menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali di tahun depan.

Dengan bermacam keadaan tersebut, trader forex dilaporkan banyak merugi di tahun ini. Presiden HFR, Ken Heinz, berkata bermacam berbagai style trading, mulai dari carry trade, momentum, value, sampai volatility trade, seluruhnya hadapi kerugian di bulan Oktober. 

Belum ada Komentar untuk "Kebijakan Moniter Sering "Ngagetin",Trader Forex Rugi Besar "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel